Amnesia Endatu:
DEMOKRASISEBUAH METODEPEMBODOHAN RAKYAT
Tak pern...: DEMOKRASI SEBUAH METODE PEMBODOHAN RAKYAT Tak pernah terpikirkan siapa dia menjadi pemimpin rakyat, sebuah riwayat yang direkaya...
Selasa, 29 Oktober 2013
Senin, 28 Oktober 2013
DEMOKRASI
SEBUAH METODE
PEMBODOHAN RAKYAT
Tak pernah terpikirkan siapa dia menjadi
pemimpin rakyat, sebuah riwayat yang direkayasa menjadi panutan sekelompok
manusia untuk percaya bahwa dia bisa membawa keelokan bangsa ini. Dari mulut ke
mulut yang lain bercerita tentang kebijaksanaan para-para pendaki pemerintahan,
menaiki tangga muslihat memijak kepala-kepala manusia yang lainnya agar dia
bisa memegang kuasa sebahagian wewenang kemakmuran tanah air ini dalam periode
ini.
Demokrasi diartikan oleh para ahli adalah
sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, ini adalah
sebuah istilah bahwa rakyat mengenal, mendukung, memberi kesempatan pada
seseorang dari golongannya untuk mengatur kemakmuran negeri ini.
Namun realita yang terjadi di tanah air
tercinta ini, mereka para ahli muslihat membuat kelompok-kelompok politik
dengan strategi bermacam-macam cara untuk kemenangan kelompoknya, dalam hal ini
rakyat menjadi objek untuk mencapai keinginan. Rakyat adalah pencari kemakmuran
dan dalam metode lain diceritakan bahwa
rakyat adalah tangan tuhan yang bisa menunjuki siapa yang bisa membawa negeri
ini kepada kemakmuran.
Rakyat mulai menjadi pengunjung disaat
penjual obat datang menawarkan barang dagangannya, rakyat mulai dihipnotis
dengan bau-bauan yang katanya menjanjikan, akhirnya rakyat mulai membeli dan menawarkan pada orang-orang terdekat tentang apa yang telah dijanjikan, namun
Sungguh disayangkan bila seseorang yang dipercaya malah menjadi racun penyakit sehingga
pengharapan terhadap kemakmuran menjadi impian hampa belaka.
Demokarasi dalam artian sangatlah manjur
untuk bangsa yang penuh perbedaan ini, namun dikarenakan strategi-strategi yang
berlalu merubah arti demokrasi ini menjadi metode pembodohan rakyat. Sehingga
rakyat menjadi korban pembodohan kelompok-kelompok politik dan sungguh
disayangkan lagi terkisahkan permusuhan-permusuhan abstrak karena terdapat
perbedaan dalam mengikuti sebuah kelompok politik.
Rakyat mulai terserang penyakit demokrasi,
dimana dalam pemakmuran terdapat pengasingan kelompok-kelompok rakyat oleh
kelompok lain yang meraih kemenangan, seakan dijadikan anak tiri dari bangsa
sendiri, dimanakah letak keadilan dalam negeri demokrasi ini, seakan terjadi
pemecahan-pemecahan kasih sayang karena terdapat perbedaan dalam cara memilih
walaupun pemecahan ini tak realita diketahui oleh rakyat sendiri.
Beginilah bangsa ini hingga terus menerus akan
seperti ini karena demokrasi yang diartikan tidak lagi sejalan sesuai artinya.
Contohnya seperti di desa “A” pada saat pemilihan meraih suara terbanyak
kelompok politik “1” sedangkan pada desa “B” meraih suara terbanyak pada
kelompok politik “2” pada tahap akhir pengumpulan suara maka dinyatakan
kelompok politik “1” yang berhak mendapatkan kursi kekuasaan, maka kelompok
politik “2” tak dapat berbuat apa-apa dalam hal kemakmuran sehingga rakyat
pemilih kelompok politik “2” menjadi imbas demokrasi yang tak adil dan merata.
Sungguh seakan rakyat menjadi objek permainan
demokrasi yang tak bertanggung jawab.
Wallahu ‘alam bi sawaf
Banda Aceh, 28 Oktober 2013
Minggu, 29 Juli 2012
PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM UPAYA MENGAWAL PELAKSANAAN SYARI"AT ISLAM DI ACEH
PERAN WILAYATUL
HISBAH DALAM UPAYA MENGAWAL PELAKSANAAN SYARI’AT ISLAM DI ACEH
Nama : HIDAYAT
Nim : 140 607 235
Fakultas/Jurusan : Syari’ah/Jinayah wa Siyasah, IAIN Ar-Raniry
Tanggal Munaqasyah :
31 Juli 2012
Lulus Dengan Nilai :
Tebal Skripsi : 68
halaman
Pembimbing I : Dr.
Khairuddin, S.Ag, M.Ag
Pembimbing II : Bukhari,
S.Ag, M.Ag
ABSTRAK
Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, kedudukan Wilayatul Hisbah (WH) semakin kuat dan kewenangannya semakin
luas. Sejak saat itu WH menjadi bagian dari institusi Satpol PP, namun kondisi
tersebut ternyata sangat menyulitkan petugas WH dalam melaksanakan
tugas-tugasnya, karena dibebani tugas-tugas memelihara dan
menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah
(Qanun), Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur, melakukan sosialisasi,
pengawasan, pembinaan, penyidikan, dan pembantuan pelaksanaan hukuman dalam
lingkup peraturan perundang-undangan
di bidang syari’at Islam. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kedudukan WH dalam pemerintahan Aceh, mengetahui peran WH dalam mengawal syari’at Islam di Aceh, dan mengetahui peluang dan tantangan WH ke depan. Dalam
mengkaji dan membahas skripsi ini digunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukan kedudukan WH dalam Pemerintahan Aceh setelah menjadi bagian dari institusi
Satpol PP memperoleh legalitas hukum
yang kuat dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia dan memiliki wewenang yang lebih luas dari sebelumnya. Peran WH sebelumnya
hanya melakukan pengawasan dan pembinaan dan perbantuan eksekusi, namun setelah
bergabung dengan Satpol PP, petugas WH yang telah menjadi PPNS juga berperan
dalam penyidikan. Peluang WH ke depan dalam menjalankan perannya sangat besar
dengan adanya kesadaran masyarakat terhadap syari’at Islam serta keseriusan
pemerintah untuk meninjau kembali faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan
syari’at Islam dan memprihatinkan tantangan-tantangan yang menjadi hambatan WH
seperti merekrut personil, menambah anggaran operasional, serta menambah sarana
fasilitas. Dalam kaitan tersebut, penulis menyarankan kepada WH agar lebih
banyak lagi melakukan sosialisasi tentang syari’at Islam pada masyarakat,
kepada pemerintah agar lebih serius lagi memprihatinkan kebutuhan lembaga WH,
dan kepada masyarakat agar menumbuhkan kesadaran terhadap syari’at Islam.
Selasa, 10 April 2012
Sabtu, 03 Maret 2012
HARGAI SUARA MEREKA WALAUPUN DENGAN KATA MAAF DAN ALASAN KEMASHLAHATAN
HARGAI SUARA MEREKA WALAUPUN
DENGAN KATA MAAF DAN ALASAN KEMASHLAHATAN
Kebersamaan
itu hadir ketika senyum itu sama-sama terlahir ketika melihat sesuatu yang
indah, cemberut itu terlahir ketika sama2 melihat sesuatu yang aneh, kesedihan
itu terlahir ketika sama sama menyaksikan kedukaan.
Kebersamaan
itu sangat indah ketika sama sama kita menggambar suasana yang menarik dan
berbuah kebanggaan, lain halnya ketika berbuat sendiri dan berhasil sendiri,
namun keberhasilan bersama itu sangatlah indah tersakan, namun sayangnya bila
ada diantara kita yang merengut tak bahagia dan juga tak sejalur dengan kita,
ini yang selalu menjadi problematika dalam solidaritas sehingga tak ada yang
bisa menjawab untuk suatu keputusan.
Apalah
arti sebuah keegoisan bila semua orang tak mendengar, tak menghiraukan, tak
juga bersimpati, tanam saja dalam dalam apa yang menjadi ambisi pribadi agar
semua merasa nyaman dengan sebuah keputusan, semua punya hak namun forum
solidaritas hanya bisa mengambil keputusan dari suara terbanyak dan
mempertimbangkan suara suara yang bersifat pribadi, ketegasan yang harus
didalami oleh pemimpin sebuah forum solidaritas adalah harus mampu mengabaikan
suara suara yang bersifat pribadi seperti itu, dan juga harus mampu menyatukan
hak mereka yang merasa suaranya terabaikan dengan menyarankan ke forum
keputusan keputusan yang bersifat menengah agar semua suara merasa beruntung
dan teradili.
Pemimpin
forum juga harus menguasai emosional diri sendiri dan juga suara forum yang
meninggi, karena suara yang bersifat emosional itu bisa berakibat pemecahan
apabila pemimpin forum tidak bisa meredamnya secara cepat dan tak menyinggung
perasaannya, dan juga memberi keluesan pemikiran yang bersifat intelektual dan
bisa dicerna oleh mereka, dan jangan lupa dengan kata kata maaf dalam
memisahkan suara suara yang tak diterima forum agar tak berkesan di abaikan
begitu aja,
Banyak
kita dapati di forum bahwa suara-suara yang tak diterima langsung di langkahi
dan tak di tanggapi serta dilanjuti dengan pembicaraan suara lainnya, ini akan
berakibat fatal dalam solidaritas dan sama aja membuat pemecahan secara tidak
langsung yang sangat berbahaya, menjadi pembicaraan yang tidak enak diluar
forum sehingga forum tercemar nama baiknya, benar bila waktu dijadikan sebuah
alasan untuk itu, namun hati mereka tak ada alasan untuk tidak kecewa akan
sikap yang seperti itu.
Oleh
karena beraneka ragamnya hal-hal yang dapat menjadikan pemecahan solidaritas
tersebut saran penulis dalam artikel ini adalah bersikap baik kepada semua
orang walaupun sebodoh apapun suara yang dikeluarkan tapi sedikitnya hargailah
dengan kata maaf, dan memberi alasan yang tepat agar mereka yang bersuara tak
merasa kecewa dengan apa yang telah mereka keluarkan, dan sebagai pemimpin di suatu
forum manapun itu, memihak adalah hal yang terburuk untuk solidaritas maka
siikapi semua suara mereka dengan kepandaian dan ilmu yang anda miliki agar tak
ada yang terabaikan dan mereka senang bersatu walaupun suaranya tak didengar
tapi mereka telah memiliki anda yang bisa memahami mereka dan tidak mengabaikan
mereka, dan mereka memercayai anda akan membawa mereka ke jalan yang meutuah
dan Adil.
Wassalam
sumber : http://alhayyaq-safar.blogspot.com/
Minggu, 19 Februari 2012
KETIKA JIWAMU KALUT

KETIKA JIWAMU KALUT
Kebahagiaan tak
bisa dirasa
Kesedihan tak bisa
dilukis
Keresahan tak
terungkap
Kegalauan tak terfikir
Kegundahan tak
terukir
Ketakutan tak
ber-ngeri
Kesenduan tak terjamah
Lantas.. apa yang sedang
terjadi ketika kekosongan sudah tak butuh lagi dengan ruang?
Bila pahit dan getir
sedang terasa
Meski tak menetes
bau amis darah bisa tercium
Hingga ratusan bunga
bangkai dirasa menjadi permaisuri
Kita lihat kumel dan
pucatnya batu itu, yang selalu berdoa semoga bisa menjadi emas
Dan bukit yang sedang
cemburu dengan dataran bumi
Juga laut yang menatap
iri dengan luas sabana
Semuanya hanyalah
muntahan dari ketololan sebuah ambisi
Sampai-sampai bintang
tsuroyya pun ingin di beli
Coba lihat manusia itu…
Emosi tertahan
Hingga nafsu pun bungkam
Dan berhasil dijinakkan
“apa yang harus
dilakukan…?”
Sementara hati kian lama
menyanyikan riuh tangis yang tak pernah terdengar
Benang yang kusut mungkin
masih bisa di urai
Tapi, ketika hati yang
kalut siapa yang bisa melerai…?
“Biarkan Tuhan dengan
caraNya sendiri yang memutuskan,
Tidak usah kita ganggu dengan
aneka macam ide-ide gila dan sok tahu yang diucap dalam do’a harian…”
Senin, 30 Januari 2012
Lihatlah Susunan Batu yang Dijatuhi Daunan Kering itu!!!!!
LIHATLAH SUSUNAN
BATU DENGAN HIASAN DAUN ITU!!!
![]() |
| Hidayat M. Hasan K. Syam |
Sangat indah bila
dipandang, daun-daun kering berjatuhan menjadi hiasan susunannya mempesona
seakan-akan iya sangat indah dan berarti. Mencoba kita telusuri hal nyata dan
logika pada susunan batu itu, apa yang kita harap dari susunan batu yang indah
dengan daun-daunan kering menghiasinya padahal semuanya tidaklah berarti bila
dilogikan secara duniawi.
Batu
kerikil? Untuk apa itu bila kita sedang berjalan di atasnya, mungkinkah iya
berharga dan bisa memberi kita manfaat keberadaannya, atau membuat bangunan
dengan sedikit jumlahnya, saya rasa tidak mungkin dan mustahil. Begitu juga
daun-daunan kering yang menghiasinya dan berwarna kuning membuat yang memandangnya
melayang-melayang memikirkan hal indah pesonanya yang membuat yang memandangnya
akan mengabadikannya menjadi sebuah pandangan indah baik dengan kamera Hand
Phone atau digital yang sedang iya bawa. Padahal daun kering itu adalah sesuatu
benda yang telah mati dari kehidupan hakekatnya yaitu dari pohon dan gugur
ditiup angin dan layaknya adalah sampah ketika iya menyebar luas kehalaman
rumah atau ruko yang kita singgahi.
Sebagai
resapan tentang keindahan susunan batu yang dihiasi daun-daun kering itu maka
cobalah kita memikirkan persamaan dengan kehidupan ini yang begitu susahnya
atau begitu rumitnya bahkan tak ada sedikitpun peluang untuk kita bisa bahagia
maka akan muncul pikiran bagi kita indahnya susunan batu itu dengan daun-daun
kering yang menghiasinya itu adalah keindahan bagi mata kita yang akan fana,
foto yang diabadikan atau rasa senang dengan keindahannya akan hilang begitu
saja sampai-sampai tak ada waktu untuk kita memikirkannya lagi.
Penulis
mengambil intisari dari apa yang penulis paparkan yaitu penulis berusaha untuk
menjelaskan bagaimana kehidupan dunia ini yang sementara dan akan berakhir pada
saatnya, kita telah dilalaikan dengan hal-hal indah yang ada di dunia ini tanpa
memikirkan suatu hari akan ada yang namanya hari pembalasan, yang membuat
orang-orang yang lalai akan menyesal telah terlalai dengan tipu daya keindahan
dunia yang akan fana ini seakan-akan iya akan hidup selamanya di dunia ini maka
sungguh rugilah bagi mereka yang lalai.
Dunia yang telah
tua ini terus saja dihiasi oleh manusia yang tak mengetahui padhal sebentar
lagi dunia ini akan berakhir sesuai janji, dan Allah SWT juga telah
memperingati orang-orang yang lalai akan duniawi dalam dalam firmannya:
(#þqßJn=ôã$#
$yJ¯Rr&
äo4quysø9$#
$u÷R9$#
Ò=Ïès9
×qølm;ur
×puZÎur
7äz$xÿs?ur
öNä3oY÷t/
ÖèO%s3s?ur
Îû
ÉAºuqøBF{$#
Ï»s9÷rF{$#ur
( È@sVyJx.
B]øxî
|=yfôãr&
u$¤ÿä3ø9$#
¼çmè?$t7tR
§NèO
ßkÍku
çm1utIsù
#vxÿóÁãB
§NèO
ãbqä3t
$VJ»sÜãm
( Îûur
ÍotÅzFy$#
Ò>#xtã
ÓÏx©
×otÏÿøótBur
z`ÏiB
«!$#
×bºuqôÊÍur
4 $tBur
äo4quysø9$#
!$u÷R$!$#
wÎ)
፯tFtB
Írãäóø9$#
ÇËÉÈ
Artinya
:
Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan
dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-
megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,
seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman
itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan
di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang
menipu.
Minggu, 29 Januari 2012
TAHAJUD Sepertiga Malam_Ku
![]() |
| Hidayat M.hasan K.Syam |
Alhayyaq Ciicyubaturii |
Kutuai siang disepertiga malam
aku lamunkan semua peristiwa menjadi dramatis kehidupan
tak ada yang mampu mencari hati ini
meski menerawangnya sampai kebalik langit yang hitam
kugagahkan semangat untukmu
agar di alam itu aku menerimanya dengan kanan yang baik
perlu dipahami segala isi bumi ini hanya iklan semata
melalaikan jiwa, melupakan hati, mengubah taqwa pada_Nya
keinginan semu ini tak akan pernah kupungkiri
demi mendapatkan cita-cita sejati yang kekal abadi
kuukirkan dilema didaun yang kering itu
agar terbang sembarang dilalui angin-angin kehidupan
agar hilang tak kupeduli.
setelah dihembus ruh ini
aku telah berjanji dan tak akan kulupa hingga aku kembali kepada_Nya
kutuai pagi hingga siang hari di bawah mentari
yang takkan percuma panasnya membakar kulit ini
dibandingkan dengan apa yang dibalas nanti
aku lafaskan setiap hari
kutumpukan semua pada waktu yang lima itu
dengan mengucapkan nama_Nya setiap kerja yang kuperbuat
semata hanya untuk menyambung nyawa ini agar tak terabaikan
agar diri_Nya tidak benci padaku bila mengabaikan karuniaNya
rezekiNya, nafasNya, RagaNya yang aku telah diciptakan
aku mohon hanya padaNya tunjukilah aku setiap apa yang menjadi keraguan
setiap apa yang aku bimbangkan,
hanya padaNya aku berlutut karena aku percaya tak ada ciptaanNya
yang mampu dan sanggup atas segalanya,
By : Alhayyaq Ciicyubaturii (Hidayat M. hasan K. Syam)
desa Lam Bheu, kecamatan Darul Imarah, kabupaten Aceh Besar
mahasiswa Fakutas Syari'ah, Jinayah Wa Siyasah IAIN-Ar-Raniry
Kamis, 19 Januari 2012
Segeralah Melakukan Amal Salih
Abu Hurairah r.a. bekata: Bersabda Nabi SAW: “Segeralah melakukan amal
salih, sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat
gulita. Ketika itu seorang pada pagi hari mu’min, tiba=tiba pada sore
hari berbalik kafir, menukar agama karena sedikit keuntungan dunia yang
sederhana. (Muslim)
Selintas, hadits ini tidak banyak memberikan pelajaran kepada kita. Seolah-olah tidak ada korelasi positif antara melakukan amal salih dengan tiba-tiba berubahnya orang mu’min menjadi kafir. Tetapi, apabila kita mau merenungkannya sejenak, kemudian kita kaitkan dengan fenomena kehidupan yang terjadi di sekeliling kita, ternyata hadits ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan keluarga.
Sebelumnya, mari kita pahami terlebih dahulu tentang pengertian amal salih. Tetapi pengertian amal salih disini bukan bersifat final. Siapapun boleh memberikan kritisi, sekrianya pengertian amal salih ini, menurutnya, keliru atau kurang sempurna. Amal salih adalah perbuatan sunah yang kita lakukan setelah kita memenuhi kewajiban kita kepada Allah yang berupa sholat fardhlu (sembahyang wajib) atau kewajiban yang lain ketika kewajiban itu sudah tiba waktunya bagi kita untuk mengerjakannya, misalnya puasa romadhan atau mengeluarkan zakat fitrah. Dengan pengertian ini, tentu timbul pertanyaan dalam hati kita. Bagaimanakah keabsahan amalan sunah yang kita lakukan, padahal kita belum atau bahkan tidak mengerjakan amalan yang wajib. Misalnya mengerjakan sholat dhuha’ padahal tidak mengerjakan sholat subuh. Atau mengerjakan sholat tarawih padahal tidak puasa. Atau berinfaq padahal tidak membayar zakat fitrah. Untuk lebih amannya saya mengatakan subhat/samar tentang keabsahan amalan semacam ini. Karena yang berhak menentukan sah atau tidaknya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang-orang Mu’min yang Wira’i (berhati-hati) tentu mereka menganggap bahwa amalan ini tidak sah untuk dirinya sendiri.
Berikutnya mari kita telaah tentang kalimat orang mu’min yang menjadi kafir dengan tiba-tiba. Terhadap orang yang sudah jelas kekafirannya, tentu kita sudah menaruh kewaspadaan penuh. Jauh-jauh kita sudah tidak memberikan kepercayaan tentang apapun terhadapnya. Tetapi terhadap orang mu’min, mungkinkah kita memperlakukannya seperti itu. Rasa-rasanya tidaklah patut bagi kita memperlakukan orang mu’min sebagaimana kita memperlakukan orang kafir. Terhadap orang mu’min tentu kita sudah menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Tidak perlu ada rasa curiga dan ragu lagi. Bahaya baru akan terjadi ketika orang mu’min tersebut tiba-tiba berubah menjadi kafir. Padahal saat itu tentu kita sedang tidak menaruh kercurigaan apapun terhadapnya. Saat itu pun kita sedang tidak mempunyai kekhawatiran akan terjadinya bahaya yang ditimbulkannya. Sering kita lihat di layar kaca atau kita baca di media cetak, bahwa kebanyakan pelaku kejahatan terhadap anak-anak adalah orang yang dekat dengan kita. Pelaku kejahatan terhadap anak-anak adalah orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Agar peristiwa-peristiwa menyedihkan dan memilukan itu tidak menimpa keluarga kita, maka disini amal salih kita yang sangat berperan. Karena ketika kita sudah melakukan amal salih, maka Allah SWT akan selalu menyertai, menolong dan menghindarkan kita dari peristiwa-peristiwa menyedihkan yang tidak pernah kita duga bakal menimpa keluarga kita.
Wahai anakku, janganlah engkau menunda-nunda lagi untuk mengerjakan amal salih. Musibah dan bencana selalu siap menimpa kita, dimanapun kita berada. Musibah dan bencana bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Hanya dengan amal salih saja kita bisa selamat dari ancaman musibah dan bencana itu, amien…….
Selintas, hadits ini tidak banyak memberikan pelajaran kepada kita. Seolah-olah tidak ada korelasi positif antara melakukan amal salih dengan tiba-tiba berubahnya orang mu’min menjadi kafir. Tetapi, apabila kita mau merenungkannya sejenak, kemudian kita kaitkan dengan fenomena kehidupan yang terjadi di sekeliling kita, ternyata hadits ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan keluarga.
Sebelumnya, mari kita pahami terlebih dahulu tentang pengertian amal salih. Tetapi pengertian amal salih disini bukan bersifat final. Siapapun boleh memberikan kritisi, sekrianya pengertian amal salih ini, menurutnya, keliru atau kurang sempurna. Amal salih adalah perbuatan sunah yang kita lakukan setelah kita memenuhi kewajiban kita kepada Allah yang berupa sholat fardhlu (sembahyang wajib) atau kewajiban yang lain ketika kewajiban itu sudah tiba waktunya bagi kita untuk mengerjakannya, misalnya puasa romadhan atau mengeluarkan zakat fitrah. Dengan pengertian ini, tentu timbul pertanyaan dalam hati kita. Bagaimanakah keabsahan amalan sunah yang kita lakukan, padahal kita belum atau bahkan tidak mengerjakan amalan yang wajib. Misalnya mengerjakan sholat dhuha’ padahal tidak mengerjakan sholat subuh. Atau mengerjakan sholat tarawih padahal tidak puasa. Atau berinfaq padahal tidak membayar zakat fitrah. Untuk lebih amannya saya mengatakan subhat/samar tentang keabsahan amalan semacam ini. Karena yang berhak menentukan sah atau tidaknya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang-orang Mu’min yang Wira’i (berhati-hati) tentu mereka menganggap bahwa amalan ini tidak sah untuk dirinya sendiri.
Berikutnya mari kita telaah tentang kalimat orang mu’min yang menjadi kafir dengan tiba-tiba. Terhadap orang yang sudah jelas kekafirannya, tentu kita sudah menaruh kewaspadaan penuh. Jauh-jauh kita sudah tidak memberikan kepercayaan tentang apapun terhadapnya. Tetapi terhadap orang mu’min, mungkinkah kita memperlakukannya seperti itu. Rasa-rasanya tidaklah patut bagi kita memperlakukan orang mu’min sebagaimana kita memperlakukan orang kafir. Terhadap orang mu’min tentu kita sudah menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Tidak perlu ada rasa curiga dan ragu lagi. Bahaya baru akan terjadi ketika orang mu’min tersebut tiba-tiba berubah menjadi kafir. Padahal saat itu tentu kita sedang tidak menaruh kercurigaan apapun terhadapnya. Saat itu pun kita sedang tidak mempunyai kekhawatiran akan terjadinya bahaya yang ditimbulkannya. Sering kita lihat di layar kaca atau kita baca di media cetak, bahwa kebanyakan pelaku kejahatan terhadap anak-anak adalah orang yang dekat dengan kita. Pelaku kejahatan terhadap anak-anak adalah orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Agar peristiwa-peristiwa menyedihkan dan memilukan itu tidak menimpa keluarga kita, maka disini amal salih kita yang sangat berperan. Karena ketika kita sudah melakukan amal salih, maka Allah SWT akan selalu menyertai, menolong dan menghindarkan kita dari peristiwa-peristiwa menyedihkan yang tidak pernah kita duga bakal menimpa keluarga kita.
Wahai anakku, janganlah engkau menunda-nunda lagi untuk mengerjakan amal salih. Musibah dan bencana selalu siap menimpa kita, dimanapun kita berada. Musibah dan bencana bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Hanya dengan amal salih saja kita bisa selamat dari ancaman musibah dan bencana itu, amien…….
Birrul Walidain Lebih Baik Daripada Jihad Fisabilillah.
![]() |
| Hidayat M. Hasan K. Syam |
Birrul Walidain Lebih Baik
Daripada Jihad Fisabilillah
Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT, Beliau menjawab: “Sholat pada waktunya.” Kemudian apa lagi yaa Rasulullah?, Beliau menjawab: “Birrul walidain.” Kemudian apalagi yaa Rasulullah?, Beliau menjawab: “Jihad fisabilillah.”
Kalau kita mau memperhatikan hadits ini dengan cermat, maka kita
dapat mengambil kesimpulan bahwa amalan yang paling disukai oleh Allah
yang pertama adalah sholat pada waktunya, kemudian berbuat baik kepada
kedua orangtua, baru kemudian yang terakhir adalah jihad fisabilillah.
Oleh karena Birrul Walidain itu lebih baik daripada Jihad
fisabilillah, sudah barang tentu pahalanya juga lebih baik. Untuk itu,
di bawah ini, saya sajikan dua buah hikayat. Hikayat yang pertama
berkisah tentang pahala Jihad fisabilillah dan hikayat yang kedua
berkisah tentang pahala Birrul Walidain. Dengan menyajikan dua hikayat
ini, diharapkan para pengunjung Blog saya ini bisa memperolah gambaran
yang jelas tentang keduanya.
Hikayat 1 tentang pahala Jihad fisabilillah:
Al
Yafi’i pernah bercerita dari Syech Abdul Wahid bin Zaid. Pada suatu
hari kami duduk di majlis kami sebagaimana biasanya, kami telah bersiap
untuk pergi berperang. Sungguh aku telah memberikan perintah kepada
sahabat-sahabat untuk mendengarkan suatu ayat yang akan dibacakan di
muka mereka. Ada seorang lelaki yang membacakan ayat di majlis kami.
“Sesungguhnya Allah telah membeli orang-orang mu’min diri dan harta
benda mereka, sebab sesungguhnya mereka akan memeroleh surga.”
Lantas
ada seorang anak yang masih berusia limabelas tahun atau sederajatnya
berdiri, padahal ayahnya sudah meninggal dunia, namun ditinggali harta
benda yang banyak, lalu berkata: “Wahai Abdul Wahid bin Zaid,
sesungguhnya Allah telah membeli diri dan harta benda orang-orang
mu’min, sebab sesungguhnya mereka akan memeroleh surga?” Aku berkata:
“Ya wahai anakku yang tercinta.” Dia berkata kepadaku: “Aku telah
menyaksikan kepadamu bahwa aku telah menjual diriku dan harta bendaku
kepada Allah agar aku memeroleh surga.” Aku (Abdul Wahid) berkata:
“Sesungguhnya tikaman pedang yang tajam lebih berat daripada itu, sedang
kulihat kamu masih kecil. Sesungguhnya aku khawatir bila kamu nanti
tidak sabar dan kamu tidak mampu menghadapi resiko peperangan.” Dia
berkata: “ Wahai Abdul Wahid, aku sudah baiat kepada Allah agar aku
mendapatkan surgaNya lantas aku tidak mampu? Aku menyaksikan kepada
Allah baiatku ini.”
Abdul
Wahid berkata: “Sesungguhnya kami merasa terkalahkan dengan keimanan
yang dimiliki oleh anak semacam ini, lantas kami berkata di dalam hati:
“Seorang anak berakal sedang kami masih kurang berakal.” Anak tersebut
keluar dengan membawa seluruh harta bendanya untuk disumbangkan dalam
perjuangan kecuali kuda, senjata dan bekalnya belaka.
Ketika
hari yang dijanjikan untuk berangkat perang telah tiba, maka anak itu
permulaan orang yang tampak pada kami, lalu berkata: “Assalamu alaikum
wahai Abdul Wahid,” lalu aku menjawab salamnya dan kukatakan: “Sungguh
akad jual belimu telah beruntung banyak.” Kemudian kami berjalan menuju
medan tempur, sungguhpun demikian ternyata anak itu berpuasa di waktu
siang dan malampun melakukan shalat. Dengan hati yang gembira dia
melayani kami, memelihara binatang kami dan menjaga kami bila kami
tertidur. Lantas sampailah perjalanan kami ke tanah Romawi.
Ketika
kami sudah sampai di tanah Romawi, lantas pemuda itu menghadap kepada
kami seraya berkata: “Sungguh rinduku telah lama mencekam kepada Al Aina
Al Mardhiyah.” Lantas beberapa temanku berkata: “Barangkali pemuda itu
tergoda oleh setan atau kemasukan jin atau mungkin akalnya sudah tidak
sadar lagi.” Aku berkata: “Wahai anakku yang tercinta, apakah maksud Al
Aina Al Mardhiyah itu?” Dia menjawab: Sesungguhnya aku pernah tidak
sadar, lantas aku melihat seolah-olah ada orang datang kepadaku, lalu
berkata kepadaku: “Pergilah kamu untuk menjumpai Al Aina Al Mardhiyah,
lantas aku diajak berkunjung ke pertamanan yang terdapat sungai yang
airnya tidak berubah. Kulihat di tepi sungai itu ada beberapa perempuan
yang mengenakan pakaian dan perhiasan yang menarik, sungguh aku sulit
melukiskan kecantikan dan daya tarik perhiasan dan pakaiannya.
Ketika
mereka melihat aku, langsung mereka berkata: “Ini suami Al Aina Al
Mardhiyah, lalu aku berkata: “assalamu alaikum, apakah ada di kalangan
kamu Al Ana Al Mardhiyah?” Lalu mereka menjawab: “Kami hanya sebagai
pelayannya, oleh karena itu berjalanlah terus kesana.”
Akupun
berjalan menelusuri lorong-lorong di mukaku, lalu aku berjumpa dengan
sungai dari susu yang putih bersih, rasanya pun tidak berubah. Di sana
terdapat pertamanan yang penuh dengan dekorasi yang memikat hati dan
beberapa wanita yang cantik. Ketika aku melihat mereka, akupun tertarik
lantaran kecantikannya sulit kulukiskan. Ketika mereka melihat kepadaku,
langsung mereka menyambutku dengan hati yang gembira, mereka berkata: “
Inilah suami Al Aina Al Mardhiyah.” Aku mengucapkan salam kepada mereka
dan bertanya: Apakah diantara kamu ada Al Aina Al
Mardhiyah?” Mereka menjawab salamku, dan memanggilku dengan kata wahai
waliyullah, kami hanya sebagai pembantunya, oleh karena itu berjalanlah
terus ke depan. Lantas akupun berjalan ke depan, tahu-tahu aku berjumpa
dengan sungai dari khomer dan di tepinya ada beberapa wanita yang
menarik.
Dengan daya pikat masing-masing wanita
itu, akupun lupa terhadap wanita yang sebelumnya. Akupun mengucapkan
salam untk mereka, aku bertanya:
Jumat, 13 Januari 2012
SIAPAKAH AL-JASSASAH????????/
SIAPAKAH AL-JASSASAH....????????????
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Fathimah binti Qais
berkata,”Aku mendengar suara seruan dari muadzin Rasulullah saw untuk
melaksanakan shalat maka aku pun berangkat ke masjid dan shalat bersama
Rasulullah saw. Aku shalat di shaff para wanita dibelakang kaum
laki-laki. Ketika shalat sudah selesai, Rasulullah saw duduk diatas
mimbar sambil tersenyum beliau bersabda,”Demi Allah sesungguhnya aku
mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk
akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim ad Dari yang dahulunya
seorang laki-laki pemeluk agama Nasranai kini telah memeluk islam dan
membaiatku.
Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yang pernah aku
katakan kepada kalian tentang al Masihaddajjal. Ia mengisahkan
perjalanannya kepadaku bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut
bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian
mereka terombang-ambing oleh ombak (badai) selama satu bulan. Hingga
mereka terdampar di sebuah pulau ditengah laut didaerah tempat
terbenamnya matahari, Lalu mereka duduk (istirahat) di suatu tempat yang
terletak sangat dekat dengan kapal.
Setelah itu mereka masuk kedalam pulau tersebut lalu mereka bertemu
dengan seekor binatang yang berbulu lebat sehingga mereka tidak dapat
memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya karena tertutup oleh
bulunya yang terlalu banyak.
Mereka berkata,”Celaka, dari jenis apakah kamu ini.” Ia
menjawab,”Saya adalah al jassasah. Mereka bertanya,”Apakah al jassasah
itu? (tanpa menjawab) ia berkata,”Wahai orang-orang pergilah kalian
kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia
sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!”
Tamim ad Dari berkata,”Katika ia telah menjelaskan kepada kami
tentang laki-laki itu, kami pun terkejut karena kami mengira bahwa ia
adalah setan. Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara
tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar (yang
pernah kami lihat) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua tangannya
terikat ke pundaknya serta antara dua lutut dan kedua mata kakinya
terbelenggu dengan besi.
Kami berkata,”Celaka, siapakah kamu ini?’ ia menjawab,”Takdir telah
menentukan bahwa kalian akan menyampaikan kabar-kabar kepadaku, maka
kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini?’ Mereka menjawab,”Kami adalah
orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami
menghadapi sebuah laut yang berguncang lalu kami terombang-ambing di
tengah laut selama satu bulan dan teradamparlah kami di pulau ini. Lalu
kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal kemudian kami masuk
pulau ini maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak
bulunya yang tidak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya
karena banyak bulunya. Maka kami berkata,’Celaka, apakah kamu ini?’ ia
menjawab,”Aku adalah al jassasah.’ (Tanpa menjawab) ia
berkata,”Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara
itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita yang kalian
bawa! Lalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut
bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan.”
Ia (laki-laki besar yang terikat itu) berkata,”Beritakanlah kepada
saya tentang pohon-pohon korma yang ada didaerah Baisan?” Kami
berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?” Ia berkata,”Saya
menanyakan pakah pohon-pohon korma itu berbuah?’ Kami menjawab,’Ya.’ Ia
berkata,’Adapun pohon-pohon korma itu maka ia (sebentar lagi) hampir
saja tidak akan berbuah lagi.’
Kemudian ia berkata lagi,”Beritakanlah kepadaku tentang danau
Tiberia.’ Mereka berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya? Ia
bertanya,”Apakah ia tetap berair?’ kami menjawab,’Ya.’ Ia
berkata,’adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis.’
Kemudian ia berkata lagi,’Beritakanlah kepada saya tentang mata air
Zugar.’ Mereka menjawab,’Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?’ Ia
bertanya,”Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih
bertani dengan menggunakan air dari mata air Zugar itu?’ Kami
menjawab,’benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air
itu.’
Kamis, 12 Januari 2012
KISAH ABU NAWAS
![]() |
| HIDAYAT M. HASAN K.SYAM |
Pada suatu hari Abu Nawas tengah melihat pertunjukan monyet ajaib. Ajaib karena si monyet ini hanya mau diperintah oleh pemiliknya saja, kalau diperintah oleh orang lain maka dia akan menolak.
Namun, dengan kecerdasan yang dimilikinya, Abu Nawas akhirnya berhasil mengecoh si monyet sehingga menuruti perkataan Abu Nawas.
Seru Kan.
Ikuti Kisahnya.
Pada suatu hari yang cerah, Abu Nawas telah mendapatkan peri tah dari Raja Harun Ar-Rasyid untuk mengamati dan mencari tahu kekurangan yang ada pada rakyatnya.
Maklumlah, selain terkenal sebagai penyair ulung, Abu Nawas juga termasuk salah satu orang kepercayaan Baginda Raja, karena usulan-usulan dan petuahnya yang seringkali tidak masuk akal, namun tetap bisa menjadi solusi ketika masalah sedang tiba melanda.
Pada suatu malam, Abu Nawas melangkahkan kedua kakinya dengan santai menyisir kota.
Selama dalam perjalanan, ia sama sekali tidak melihat adanya sesuatu yang dirasa janggal, karena kesejahteraan penduduk pada waktu itu boleh dibilang cukup layak.
Pertunjukan Monyet.
Akan tetapi, pada saat Abu Nawas tengah berada di depan tanah lapang yang sering digunakan penduduk untuk mengadakan hajatan, tiba-tiba langkah kakinya terhenti dengan adanya kerumunan massa yang begitu banyak.
Abu Nawas pun bertanya kepada temannya yang bernama Husein yang secara kebetulan baru melihat pertunjukan di sana.
"Ada pertunjukan apa di sana?" tanya Abu Nawas.
"Pertunjukan keliling yang melibatkan monyet ajaib," jawab Husein.
"Apa maksudmu dengan monyet ajaib?" tanya Abu Nawas.
"Monyet tersebut bisa mengerti bahasa manusia dan yang lebih menakjubkan lagi, monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja," jelas Husein.
Ancaman Abu Nawas kepada Monyet.
Jawaban Husein itu telah membuat Abu Nawas semakin tertarik dan penasaran.
Dia langsung pamit pada temannya itu untuk melihat pertunjukan monyet itu. Ketika Abu Nawas sudah berada di tengah kerumunan pada penonton.
Ternyata, sang pemiliki monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat monyet itu mengangguk-angguk.
Tak heran bila banyak diantara penonton mencoba satu persatu, mereka berusaha dengan berbagai cara untuk membuat monyet itu mengangguk-angguk.
Namun, hasilnya adalah sia-sia belaka.
Melihat kegigihan si monyet tersebut, Abu Nawas semakin penasaran.
Akhirnya Abu Nawas maju ke depan untuk mencobanya.
Setelah berhadapan dengan monyet itu, Abu Nawas bertanya,
"Tahukah engkau siapa aku ini?"
Si monyet menggeleng-gelengkan kepala.
"Apakah engkau tidak takut kepadaku?" tanya Abu Nawas.
Si monyet menggelengkan kepalanya.
Abu Nawas berhasil.
"Apakah engkau takut kepada tuanmu?" tanya Abu Nawas memancing dan si monyet mulai ragu.
"Bila engkau tetap diam, maka aku akan laporkan kepada tuanmu," ancam Abu Nawas kepada monyet.
Seketika itu juga, si monyet yang pada dasarnya hanya takut kepada tuannya, secara spontan saja emngangguk-anggukkan kepala.
Horee....
Sontak saja saja para penonton bersorak karena ada orang yang mampu membuat si monyet mengangguk-anggukkan kepala.
Karena keberhasilan Abu Nawas tersebut, maka ia telah mendapatkan hadiah berupa uang yang lumayan banyak.
Di lain pihak, si pemilik monyet bukan main marahnya.
Pemilik monyet pun memukuli monyetnya dengan sebatang kayu karena malu terhadap pertunjukan itu.
SUMBER : http://kisahpetualanganabunawas.blogspot.com/2012/01/siasat-menaklukkan-monyet.html
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)








