Minggu, 29 Juli 2012

PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM UPAYA MENGAWAL PELAKSANAAN SYARI"AT ISLAM DI ACEH


PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM UPAYA MENGAWAL PELAKSANAAN SYARI’AT ISLAM DI ACEH

Nama                           : HIDAYAT
Nim                              : 140 607 235
Fakultas/Jurusan           : Syari’ah/Jinayah wa Siyasah, IAIN Ar-Raniry
Tanggal  Munaqasyah   : 31 Juli 2012
Lulus Dengan Nilai        :
Tebal Skripsi                : 68 halaman
Pembimbing I                : Dr. Khairuddin, S.Ag, M.Ag
Pembimbing II              : Bukhari, S.Ag, M.Ag

ABSTRAK

            Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, kedudukan Wilayatul Hisbah (WH) semakin kuat dan kewenangannya semakin luas. Sejak saat itu WH menjadi bagian dari institusi Satpol PP, namun kondisi tersebut ternyata sangat menyulitkan petugas WH dalam melaksanakan tugas-tugasnya, karena dibebani tugas-tugas memelihara dan menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah (Qanun), Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur, melakukan sosialisasi, pengawasan, pembinaan, penyidikan, dan pembantuan pelaksanaan hukuman dalam lingkup peraturan perundang-undangan di bidang syari’at Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan WH dalam pemerintahan Aceh, mengetahui peran WH dalam mengawal syari’at Islam di Aceh, dan mengetahui peluang dan tantangan WH ke depan. Dalam mengkaji dan membahas skripsi ini digunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukan kedudukan WH dalam Pemerintahan Aceh setelah menjadi bagian dari institusi Satpol PP memperoleh legalitas hukum yang kuat dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia dan memiliki wewenang yang lebih luas dari sebelumnya. Peran WH sebelumnya hanya melakukan pengawasan dan pembinaan dan perbantuan eksekusi, namun setelah bergabung dengan Satpol PP, petugas WH yang telah menjadi PPNS juga berperan dalam penyidikan. Peluang WH ke depan dalam menjalankan perannya sangat besar dengan adanya kesadaran masyarakat terhadap syari’at Islam serta keseriusan pemerintah untuk meninjau kembali faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan syari’at Islam dan memprihatinkan tantangan-tantangan yang menjadi hambatan WH seperti merekrut personil, menambah anggaran operasional, serta menambah sarana fasilitas. Dalam kaitan tersebut, penulis menyarankan kepada WH agar lebih banyak lagi melakukan sosialisasi tentang syari’at Islam pada masyarakat, kepada pemerintah agar lebih serius lagi memprihatinkan kebutuhan lembaga WH, dan kepada masyarakat agar menumbuhkan kesadaran terhadap syari’at Islam.

Sabtu, 03 Maret 2012

HARGAI SUARA MEREKA WALAUPUN DENGAN KATA MAAF DAN ALASAN KEMASHLAHATAN



HARGAI SUARA MEREKA WALAUPUN DENGAN KATA MAAF DAN ALASAN KEMASHLAHATAN
Kebersamaan itu hadir ketika senyum itu sama-sama terlahir ketika melihat sesuatu yang indah, cemberut itu terlahir ketika sama2 melihat sesuatu yang aneh, kesedihan itu terlahir ketika sama sama menyaksikan kedukaan.
Kebersamaan itu sangat indah ketika sama sama kita menggambar suasana yang menarik dan berbuah kebanggaan, lain halnya ketika berbuat sendiri dan berhasil sendiri, namun keberhasilan bersama itu sangatlah indah tersakan, namun sayangnya bila ada diantara kita yang merengut tak bahagia dan juga tak sejalur dengan kita, ini yang selalu menjadi problematika dalam solidaritas sehingga tak ada yang bisa menjawab untuk suatu keputusan.
Apalah arti sebuah keegoisan bila semua orang tak mendengar, tak menghiraukan, tak juga bersimpati, tanam saja dalam dalam apa yang menjadi ambisi pribadi agar semua merasa nyaman dengan sebuah keputusan, semua punya hak namun forum solidaritas hanya bisa mengambil keputusan dari suara terbanyak dan mempertimbangkan suara suara yang bersifat pribadi, ketegasan yang harus didalami oleh pemimpin sebuah forum solidaritas adalah harus mampu mengabaikan suara suara yang bersifat pribadi seperti itu, dan juga harus mampu menyatukan hak mereka yang merasa suaranya terabaikan dengan menyarankan ke forum keputusan keputusan yang bersifat menengah agar semua suara merasa beruntung dan teradili.
Pemimpin forum juga harus menguasai emosional diri sendiri dan juga suara forum yang meninggi, karena suara yang bersifat emosional itu bisa berakibat pemecahan apabila pemimpin forum tidak bisa meredamnya secara cepat dan tak menyinggung perasaannya, dan juga memberi keluesan pemikiran yang bersifat intelektual dan bisa dicerna oleh mereka, dan jangan lupa dengan kata kata maaf dalam memisahkan suara suara yang tak diterima forum agar tak berkesan di abaikan begitu aja,
Banyak kita dapati di forum bahwa suara-suara yang tak diterima langsung di langkahi dan tak di tanggapi serta dilanjuti dengan pembicaraan suara lainnya, ini akan berakibat fatal dalam solidaritas dan sama aja membuat pemecahan secara tidak langsung yang sangat berbahaya, menjadi pembicaraan yang tidak enak diluar forum sehingga forum tercemar nama baiknya, benar bila waktu dijadikan sebuah alasan untuk itu, namun hati mereka tak ada alasan untuk tidak kecewa akan sikap yang seperti itu.
Oleh karena beraneka ragamnya hal-hal yang dapat menjadikan pemecahan solidaritas tersebut saran penulis dalam artikel ini adalah bersikap baik kepada semua orang walaupun sebodoh apapun suara yang dikeluarkan tapi sedikitnya hargailah dengan kata maaf, dan memberi alasan yang tepat agar mereka yang bersuara tak merasa kecewa dengan apa yang telah mereka keluarkan, dan sebagai pemimpin di suatu forum manapun itu, memihak adalah hal yang terburuk untuk solidaritas maka siikapi semua suara mereka dengan kepandaian dan ilmu yang anda miliki agar tak ada yang terabaikan dan mereka senang bersatu walaupun suaranya tak didengar tapi mereka telah memiliki anda yang bisa memahami mereka dan tidak mengabaikan mereka, dan mereka memercayai anda akan membawa mereka ke jalan yang meutuah dan Adil.

Wassalam

Penulis : Hidayat M. Hasan, mahasiswa Fakultas Syari’ah Jinayah Wa Siyasah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
sumber : http://alhayyaq-safar.blogspot.com/

Minggu, 19 Februari 2012

KETIKA JIWAMU KALUT


KETIKA JIWAMU KALUT

Kebahagiaan  tak bisa dirasa
Kesedihan  tak bisa dilukis
Keresahan  tak terungkap
Kegalauan tak terfikir
Kegundahan  tak terukir
Ketakutan  tak ber-ngeri
Kesenduan tak terjamah

Lantas.. apa yang sedang terjadi ketika kekosongan sudah tak butuh lagi dengan ruang?
Bila pahit dan getir sedang terasa
Meski  tak menetes bau amis darah bisa tercium

Hingga ratusan bunga bangkai dirasa menjadi permaisuri
Kita lihat kumel dan pucatnya batu itu, yang selalu berdoa semoga bisa menjadi emas
Dan bukit yang sedang cemburu dengan dataran bumi
Juga laut yang menatap iri dengan luas sabana
Semuanya hanyalah muntahan dari ketololan sebuah ambisi
Sampai-sampai bintang tsuroyya pun ingin di beli

Coba lihat manusia itu…
Emosi tertahan
Hingga nafsu pun bungkam
Dan berhasil dijinakkan

“apa yang harus dilakukan…?”
Sementara hati kian lama menyanyikan riuh tangis yang tak pernah terdengar
Benang yang kusut mungkin masih bisa di urai
Tapi, ketika hati yang kalut siapa yang bisa melerai…?

“Biarkan Tuhan dengan caraNya sendiri yang memutuskan,

Tidak usah kita ganggu dengan aneka macam ide-ide gila dan sok tahu yang diucap dalam do’a harian…”


Senin, 30 Januari 2012

Lihatlah Susunan Batu yang Dijatuhi Daunan Kering itu!!!!!


LIHATLAH SUSUNAN BATU DENGAN HIASAN DAUN  ITU!!!
Hidayat M. Hasan K. Syam
Sangat indah bila dipandang, daun-daun kering berjatuhan menjadi hiasan susunannya mempesona seakan-akan iya sangat indah dan berarti. Mencoba kita telusuri hal nyata dan logika pada susunan batu itu, apa yang kita harap dari susunan batu yang indah dengan daun-daunan kering menghiasinya padahal semuanya tidaklah berarti bila dilogikan secara duniawi.
Batu kerikil? Untuk apa itu bila kita sedang berjalan di atasnya, mungkinkah iya berharga dan bisa memberi kita manfaat keberadaannya, atau membuat bangunan dengan sedikit jumlahnya, saya rasa tidak mungkin dan mustahil. Begitu juga daun-daunan kering yang menghiasinya dan berwarna kuning membuat yang memandangnya melayang-melayang memikirkan hal indah pesonanya yang membuat yang memandangnya akan mengabadikannya menjadi sebuah pandangan indah baik dengan kamera Hand Phone atau digital yang sedang iya bawa. Padahal daun kering itu adalah sesuatu benda yang telah mati dari kehidupan hakekatnya yaitu dari pohon dan gugur ditiup angin dan layaknya adalah sampah ketika iya menyebar luas kehalaman rumah atau ruko yang kita singgahi.
Sebagai resapan tentang keindahan susunan batu yang dihiasi daun-daun kering itu maka cobalah kita memikirkan persamaan dengan kehidupan ini yang begitu susahnya atau begitu rumitnya bahkan tak ada sedikitpun peluang untuk kita bisa bahagia maka akan muncul pikiran bagi kita indahnya susunan batu itu dengan daun-daun kering yang menghiasinya itu adalah keindahan bagi mata kita yang akan fana, foto yang diabadikan atau rasa senang dengan keindahannya akan hilang begitu saja sampai-sampai tak ada waktu untuk kita memikirkannya lagi.
Penulis mengambil intisari dari apa yang penulis paparkan yaitu penulis berusaha untuk menjelaskan bagaimana kehidupan dunia ini yang sementara dan akan berakhir pada saatnya, kita telah dilalaikan dengan hal-hal indah yang ada di dunia ini tanpa memikirkan suatu hari akan ada yang namanya hari pembalasan, yang membuat orang-orang yang lalai akan menyesal telah terlalai dengan tipu daya keindahan dunia yang akan fana ini seakan-akan iya akan hidup selamanya di dunia ini maka sungguh rugilah bagi mereka yang lalai.
Dunia yang telah tua ini terus saja dihiasi oleh manusia yang tak mengetahui padhal sebentar lagi dunia ini akan berakhir sesuai janji, dan Allah SWT juga telah memperingati orang-orang yang lalai akan duniawi dalam dalam firmannya:
(#þqßJn=ôã$# $yJ¯Rr& äo4quysø9$# $u÷R9$# Ò=Ïès9 ×qølm;ur ×puZƒÎur 7äz$xÿs?ur öNä3oY÷t/ ֍èO%s3s?ur Îû ÉAºuqøBF{$# Ï»s9÷rF{$#ur ( È@sVyJx. B]øxî |=yfôãr& u$¤ÿä3ø9$# ¼çmè?$t7tR §NèO ßkÍku çm1uŽtIsù #vxÿóÁãB §NèO ãbqä3tƒ $VJ»sÜãm ( Îûur ÍotÅzFy$# Ò>#xtã ÓƒÏx© ×otÏÿøótBur z`ÏiB «!$# ×bºuqôÊÍur 4 $tBur äo4quysø9$# !$u÷R$!$# žwÎ) ßì»tFtB Írãäóø9$# ÇËÉÈ
Artinya :
Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Minggu, 29 Januari 2012

TAHAJUD Sepertiga Malam_Ku

Hidayat M.hasan K.Syam

Alhayyaq Ciicyubaturii

TAHAJUD Sepertiga Malam_Ku


Kutuai siang disepertiga malam 
aku lamunkan semua peristiwa menjadi dramatis kehidupan
tak ada yang mampu mencari hati ini
meski menerawangnya sampai kebalik langit yang hitam
kugagahkan semangat untukmu
agar di alam itu aku menerimanya dengan kanan yang baik


perlu dipahami segala isi bumi ini hanya iklan semata
melalaikan jiwa, melupakan hati, mengubah taqwa pada_Nya
keinginan semu ini tak akan pernah kupungkiri
demi mendapatkan cita-cita sejati yang kekal abadi
kuukirkan dilema didaun yang kering itu 
agar terbang sembarang dilalui angin-angin kehidupan
agar hilang tak kupeduli.


setelah dihembus ruh ini 
aku telah berjanji dan tak akan kulupa hingga aku kembali kepada_Nya
kutuai pagi hingga siang hari di bawah mentari 
yang takkan percuma panasnya membakar kulit ini
dibandingkan dengan apa yang dibalas nanti
aku lafaskan setiap hari
kutumpukan semua pada waktu yang lima itu


dengan mengucapkan nama_Nya setiap kerja yang kuperbuat
semata hanya untuk menyambung nyawa ini agar tak terabaikan
agar diri_Nya tidak benci padaku bila mengabaikan karuniaNya
rezekiNya, nafasNya, RagaNya yang aku telah diciptakan
aku mohon hanya padaNya tunjukilah aku setiap apa yang menjadi keraguan
setiap apa yang aku bimbangkan, 


hanya padaNya aku berlutut karena aku percaya tak ada ciptaanNya
yang mampu dan sanggup atas segalanya,

By :  Alhayyaq Ciicyubaturii (Hidayat M. hasan K. Syam)
desa Lam Bheu, kecamatan Darul Imarah, kabupaten Aceh Besar
mahasiswa Fakutas Syari'ah, Jinayah Wa Siyasah IAIN-Ar-Raniry

Kamis, 19 Januari 2012

Segeralah Melakukan Amal Salih

             
Abu Hurairah r.a. bekata: Bersabda Nabi SAW: “Segeralah melakukan amal salih, sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita. Ketika itu seorang pada pagi hari mu’min, tiba=tiba pada sore hari berbalik kafir, menukar agama karena sedikit keuntungan dunia yang sederhana. (Muslim)
Selintas, hadits ini tidak banyak memberikan pelajaran kepada kita. Seolah-olah tidak ada korelasi positif antara melakukan amal salih dengan tiba-tiba berubahnya orang mu’min menjadi kafir. Tetapi, apabila kita mau merenungkannya sejenak, kemudian kita kaitkan dengan fenomena kehidupan yang terjadi di sekeliling kita, ternyata hadits ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan keluarga.
Sebelumnya, mari kita pahami terlebih dahulu tentang pengertian amal salih. Tetapi pengertian amal salih disini bukan bersifat final. Siapapun boleh memberikan kritisi, sekrianya pengertian amal salih ini, menurutnya, keliru atau kurang sempurna. Amal salih adalah perbuatan sunah yang kita lakukan setelah kita memenuhi kewajiban kita kepada Allah yang berupa sholat fardhlu (sembahyang wajib) atau kewajiban yang lain ketika kewajiban itu sudah tiba waktunya bagi kita untuk mengerjakannya, misalnya puasa romadhan atau mengeluarkan zakat fitrah. Dengan pengertian ini, tentu timbul pertanyaan dalam hati kita. Bagaimanakah keabsahan amalan sunah yang kita lakukan, padahal kita belum atau bahkan tidak mengerjakan amalan yang wajib. Misalnya mengerjakan sholat dhuha’ padahal tidak mengerjakan sholat subuh. Atau mengerjakan sholat tarawih padahal tidak puasa. Atau berinfaq padahal tidak membayar zakat fitrah. Untuk lebih amannya saya mengatakan subhat/samar tentang keabsahan amalan semacam ini. Karena yang berhak menentukan sah atau tidaknya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang-orang Mu’min yang Wira’i (berhati-hati) tentu mereka menganggap bahwa amalan ini tidak sah untuk dirinya sendiri.
Berikutnya mari kita telaah tentang kalimat orang mu’min yang menjadi kafir dengan tiba-tiba. Terhadap orang yang sudah jelas kekafirannya, tentu kita sudah menaruh kewaspadaan penuh. Jauh-jauh kita sudah tidak memberikan kepercayaan tentang apapun terhadapnya. Tetapi terhadap orang mu’min, mungkinkah kita memperlakukannya seperti itu. Rasa-rasanya tidaklah patut bagi kita memperlakukan orang mu’min sebagaimana kita memperlakukan orang kafir. Terhadap orang mu’min tentu kita sudah menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Tidak perlu ada rasa curiga dan ragu lagi. Bahaya baru akan terjadi ketika orang mu’min tersebut tiba-tiba berubah menjadi kafir. Padahal saat itu tentu kita sedang tidak menaruh kercurigaan apapun terhadapnya. Saat itu pun kita sedang tidak mempunyai kekhawatiran akan terjadinya bahaya yang ditimbulkannya. Sering kita lihat di layar kaca atau kita baca di media cetak, bahwa kebanyakan pelaku kejahatan terhadap anak-anak adalah orang yang dekat dengan kita. Pelaku kejahatan terhadap anak-anak adalah orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Agar peristiwa-peristiwa menyedihkan dan memilukan itu tidak menimpa keluarga kita, maka disini amal salih kita yang sangat berperan. Karena ketika kita sudah melakukan amal salih, maka Allah SWT akan selalu menyertai, menolong dan menghindarkan kita dari peristiwa-peristiwa menyedihkan yang tidak pernah kita duga bakal menimpa keluarga kita.
Wahai anakku, janganlah engkau menunda-nunda lagi untuk mengerjakan amal salih. Musibah dan bencana selalu siap menimpa kita, dimanapun kita berada. Musibah dan bencana bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Hanya dengan amal salih saja kita bisa selamat dari ancaman musibah dan bencana itu, amien…….